Statistik Website

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday10
mod_vvisit_counterYesterday222
mod_vvisit_counterThis week232
mod_vvisit_counterLast week1496
mod_vvisit_counterThis month806
mod_vvisit_counterLast month6821
mod_vvisit_counterAll days394562

We have: 1 guests, 2 bots online
Your IP: 54.161.175.236
 , 
Today: Dec 05, 2016
Selamat Datang di Website MDC Kelautan Undip
Bermain Dengan Si Hantu Laut PDF Print E-mail
Publikasi Artikel
Written by Siti Yasmina MDC 21   
Wednesday, 30 November 2016 17:39

 

HIU PAUS

 

Hiu Paus adalah ikan terbesar di dunia yang hidup laut tropis dan subtropis. Ukurannya dapat mencapai 20 meter dan memiliki bobot hingga 20 ton. Meskipun berukuran besar, makanan hiu paus adalah hewan kecil seperti plankton, krill, ikan kecil. Hiu Paus juga termasuk ikan yang jinak dan ramah dengan manusia. Di Indonesia, ikan ini banyak ditemukan beberapa spot yang biasa ditemukan yaitu Sabang, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku hingga Papua.

Salah satu spot hiu paus di daerah Papua berada dalam kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC) tepatnya di Perairan Kwatisore, Nabire. Gurano Bintang, begitulah masyarakat Papua menyebut ikan raksasa ini, jaman dahulu ikan ini sudah sering muncul di permukaan laut Kwatisore sehingga nelayan disana takut melihat bayangan ikan besar di laut dan menyebutnya hantu laut karena itu masyarakat Papua menghormati keberadaan Hiu Paus dan tidak menangkapnya untuk dikonsumsi.

Ikan hiu paus di Kwatisore muncul setiap tahun, mereka datang ke bagan nelayan terutama pada saat nelayan mendapat tangkapan ikan Puri (ikan teri). Biasanya hiu paus muncul dengan sendirinya pada pagi hari saat nelayan menarik jaring ke kapal. Menurut pengalaman nelayan disana, hiu paus hanya muncul ke permukaan saat ada ikan Puri. Sehingga jika ada wisatawan yang ingin berenang bersama hiu paus, biasanya tour guide meminta nelayan untuk melemparkan sedikit hasil tangkapan puri untuk memancing hiu paus agar naik ke permukaan.

Last Updated on Wednesday, 30 November 2016 18:09
Read more...
 
Selebrasi Seperempat Abad Perjalanan Marine Diving Club PDF Print E-mail
Publikasi Artikel
Written by Reza MDC21   
Friday, 11 November 2016 23:38

 

Pada tahun 2016 ini merupakan tahun yang sangat spesial bagi Marine Diving Club dikarenakan di tahun ini Marine Diving Club menjejakkan umurnya yang ke 25 tahun tepatnya pada tanggal 28 Oktober 2016. Banyak cerita yang telah diukir selama 25 tahun Marine Diving Club diresmikan. Eksistensi organisasi

Last Updated on Wednesday, 30 November 2016 18:03
Read more...
 
LET’S START WITH ACTION PDF Print E-mail
Publikasi Artikel
Written by Rifky MDC 22   
Saturday, 12 November 2016 00:35

Semarang, 28 Oktober 2016- Pada akhir bulan Oktober tepatnya pada tanggal 20 hingga 27 Oktober 2016 telah dilaksanakan kegiatan ACTION Karimunjawa yang berisikan kegiatan pendataan ekosistem terumbu, konservasi, dan sertifikasi ecodiver yang diprakarsai oleh Marine Diving Club berlokasi di 4 pulau dan 2 kawasan perairan di Kepulauan Karimunjawa yaitu

Last Updated on Sunday, 13 November 2016 19:16
Read more...
 
ESKPEDISI SULAWESI TENGGARA BERSAMA WWF INDONESIA : Survei Ekologi Terumbu Karang, Spesies Penting dan Profil Perikanan PDF Print E-mail
Publikasi Artikel
Written by Jibriel Firman MDC 21   
Wednesday, 09 November 2016 00:59

 

Kapal Penelitian "Menami" (Foto : Irwan)

Aplikasi dari scientific diving saya lakukan dalam #xpdcsultra yang di selenggarakan oleh organisasi lingkungan WWF-Indonesia yang bekerjasama dengan Yayasan Reefcheck Indonesia, Universitas Halu uleo, Universitas Muhamadiyah Kendari, BKSDA Sultra, BPSPL Makasar, Yayasan Bahari, BTN Wakatobi dan DKP Sultra. Ekspedisi berlangsung selama 12 hari mulai dari tanggal 14 hingga 25 Oktober 2015 di 40 titik perairan Sulawesi Tenggara sebagai target survei ekologi dan 8 desa sebagai target profil perikanan serta sosial ekonomi.

Last Updated on Sunday, 13 November 2016 19:13
Read more...
 
TAKUTLAH DENGAN LAUT TANPA HIU, bukan TAKUT DENGAN HIU ! PDF Print E-mail
Publikasi Artikel
Written by Jibriel Firman MDC 21   
Monday, 10 October 2016 17:49

Semarang, 1 Oktober 2016. “ Satu kasus Hilangnya hiu sebagai predator puncak di perairan Karibia mengakibatkan meningkatnya populasi ikan-ikan herbivora dan omnivora di lokasi tersebut yang mengakibatkan vegetasi di laut menjadi berkurang sehingga ikan-ikan yang masih muda (juvenil) dan biota bentik lainnya kehilangan makanan dan tempat perlindungannya. Hal ini akhirnya berdampak pada kolapsnya ekosistem terumbu karang tersebut.” Papar Dharmadi (Peneliti Balitbang KP) selaku pembicara pada acara Seminar Nasional “Prevent Exticntion, Do Conservation” yang digelar pada Sabtu, 1 Oktober 2016 di Auditorium FPIK Universitas Diponegoro Semarang. Seminar ini diselenggarakan oleh Organisasi Mahasiswa MDC Kelautan Undip dan didukung oleh NGO WWF- Indonesia dengan menghadirkan empat pembicara diantaranya Dharmadi (Peneliti Balitbang Kelautan Perikanan), Syamsyul Bahri Lubis (KKHL – KKP), Dwi Ariyoga (Koordinator baycatch dan Sharks – WWF Indonesia) dan Nadine Chandrawinata (Aktifis Lingkungan – Seasoldier) dan dihadiri oleh sekitar 200 peserta seminar.

Last Updated on Wednesday, 09 November 2016 00:58
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 39

Pojok MDC

Banner

Sekilas Informasi

#carettaXsavu on November 2016